WRI Indonesia : Perhutanan Sosial Sebagai Isu Utama "Muda Melangkah"

    WRI Indonesia : Perhutanan Sosial Sebagai Isu Utama "Muda Melangkah"
    WRI Indonesia Adakan Kegiatan bertajuk Muda Melangkah

    PUBLIK SUMBAR, BUKITTINGGI –  Para pemuda berperan besar dalam menentukan masa  depan suatu daerah, termasuk di Provinsi Sumatera Barat dengan program perhutanan sosial yang  diunggulkan untuk menjamin kelestarian hutan bagi alam dan masyarakat setempat.

    Maka dari itu, pemuda berkepentingan untuk mematangkan pemahamannya mengenai krisis lingkungan,   pendekatan gender, pengorganisasian kelompok serta kemampuan advokasi dan berkampanye agar mampu menyuarakan aspirasinya terkait pelestarian lingkungan dengan strategis, efektif dan efisien.

    World Resources Institute (WRI) Indonesia terdorong untuk menginisiasi kegiatan Muda  Melangkah, kegiatan pendampingan kelompok pemuda ini bertujuan untuk memberikan  pengetahuan, bimbingan, dan sumber daya bagi kelompok pemuda dalam mengkatalisasi gerakan  lingkungan dan iklim di tempat tinggal mereka.

    “Pemuda adalah sosok yang begitu berperan demi kelangsungan negara ke depannya. Anak muda  jangan sampai menyia-nyiakan masa muda. Pemuda dapat berperan dalam Perhutanan Sosial (PS)  baik dari pra-izin (sebelum) dan juga dari pasca-izin (setelah). Misalnya, anak muda kan identik dengan gadget, bisa manfaatkan hal tersebut untuk menginformasikan pemberian izin perhutanan sosial dari  LHK agar lebih banyak yang mengetahui, ” ujar Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat Ir.  Yozarwardi Usama Putra, S.Hut, M.Si, IPU dalam sambutannya pada kegiatan Muda  Melangkah di Balcone Hotel Bukittinggi, pada Senin, 29 Agustus 2022.

    WRI Indonesia  melihat anak muda sebagai salah satu aktor penting dalam mengembangkan isu lingkungan menjadi  domain publik, bukan hanya segelintir kelompok.

    “Kelompok muda dapat menjadi penggerak dalam membangun narasi publik terkait lingkungan dan  perkembangan implementasi perhutanan sosial di Sumatera Barat. Keterlibatan mereka diperlukan untuk memberikan solusi atau warna baru dalam tataran kebijakan dan implementasi yang mungkin  belum terpikirkan oleh pemangku kebijakan di daerah, ” tutur Dean Affandi, Senior Manager  Research, Data, & Innovation WRI Indonesia.

    Organisasi Kemitraan ikut andil dalam kegiatan ini dengan memberikan materi  terkait tata pemerintahan, demokrasi, dan antikorupsi untuk membantu kegiatan advokasi yang bisa  dilakukan para pemuda saat kembali ke daerahnya. Pada sesi selanjutnya yang akan berlangsung pada Selasa, 30  Agustus tersebut turut mengundang Anggota Komisi 2 DPRD Sumatera Barat Mochlasin dan M.Ihpan.

    “Tokoh-tokoh nasional yang berasal dari Sumatera Barat seperti Bapak Proklamator Moh. Hatta,   pahlawan seperti Tan Malaka, Hamka, dan Agus Salim, serta tokoh perempuan seperti Rasuna Said,   telah membuktikan bahwa ide dan gagasan yang besar mereka turut andil dalam lahirnya Republik  Indonesia. Sekarang, tugas besar pemuda adalah memastikan ide serta gagasan besar melawan krisis  iklim dan menyelamatkan lingkungan menjadi program prioritas para pengambil kebijakan.

    Jangan sampai pada saatnya mereka mengambil alih kepemimpinan, Indonesia tidak dapat lagi terselamatkan, ” ucap Arif Nurdiansah selaku Knowledge & Communication Kemitraan.

    Disamping peningkatan kapasitas pengorganisasian, acara ini juga memberikan pelatihan  jurnalisme warga kepada para peserta. Hal ini menjadi salah satu wadah untuk  mengintegrasikan keterlibatan pemuda dalam pengelolaan sumber daya alam secara keberlanjutan.  Selama ini KKI Warsi telah mendampingi masyarakat di dalam dan di sekitar hutan, pelibatan pemuda  adalah upaya mengelaborasikan pengelolaan sumber daya alam berbasis kearifan lokal dengan  manajemen hutan secara modern.

    “Kita menyadari pemuda adalah kader pengelola hutan berbasis masyarakat di masa depan. Oleh karena itu pelatihan jurnalisme warga sebagai inisiatif awal untuk peningkatan kapasitas dan pengetahuan pemuda. Jurnalisme Warga menjadi salah satu wadah agar pemuda bisa memahami isu - isu sumber daya alam di desa dan sekaligus ruang untuk eksplorasi dan transfer pengetahuan dari  generasi tua kepada generasi muda. Selain itu, dengan kecakapan menulis dan pemanfaatan teknologi  yang baik, mereka dapat menyiarkan praktik baik dalam pengelolaan hutan lestari ke masyarakat luas,   ” kata Riche Rahma Dewita Koordinator Program Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi.

    Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, mulai Senin 29 Agustus  hingga Kamis, 1 September, diikuti oleh sekitar 30 pemuda yang merupakan pengurus kawasan  perhutanan sosial di berbagai kawasan di Sumatera Barat, Jambi, dan Kalimantan Timur.  Kegiatan Muda Melangkah ini juga akan diselenggarakan di beberapa provinsi seperti Aceh, Jakarta  dan Manokwari.

                                                                          (Humaira).

    bukittinggi sumatera barat
    Linda Sari

    Linda Sari

    Artikel Sebelumnya

    Keseriusan Petenis Diapresiasi, Pelti Bukittinggi...

    Artikel Berikutnya

    Kesbangpol Bukittinggi Bersama FUB Gelar...

    Berita terkait